Di tengah pandemi ada saja orang yang berusaha untuk menipu mengatasnamakan Walikota wilayah tertentu. Saya dapati beberapa kali mendapatkan pesan ke WA Business kantor dengan modus yang sama.

Berpura-pura ingin memberikan bantuan karena dampak Covid, lalu meminta rekening kamu atau perusahaan, bisa juga Yayasan. Lalu si penipu ini bilang kalau ada banyak donatur yang ingin membantu.

Intinya dia meminta nomor rekening, bank yang digunakan, dan atas namanya. Buat apa itu semua? Jadi gini, mereka akan membuat sebuah bukti transfer palsu yang seolah-olah sudah melakukan transfer uang dengan nominal tertentu.

Padahal mereka tidak melakukan transfer uang apa pun! Mereka akan info bahwasannya ada kesalahan transfer uang. Si penipu bilang bahwa mereka sudah transfer sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

Niatnya si penipu mau transfer hanya Rp. 7.000.000,-. Jadi ada lebih sebesar Rp. 3.000.000,- yang ke transfer, dan uang ini yang diminta dikembalikan. Kalau dicek pada mutasi rekening bank, tidak akan pernah ada nominal sepuluh juta tadi.

Itu hanya trik si penipu saja, melalui editing software gambar merekayasa struk bukti transfer. Nah, tidak hanya mengaku sebagai walikota ada juga yang mengaku sebagai anggota DPRD. Modusnya sama melalui pesan WhatsApp.

Mereka juga menggunakan profil gambar dari salah satu walikota aktif, diberikan nama dan gelarnya juga. Akun WA yang digunakan juga bukan WA personal tapi WA Bisnis lho!

Jadi terlihat seperti otentik, namun kalau dicermati kelihatan juga palsunya. Kalau dahulu masih pakai SMS spam untuk menghubungi, sekarang terang-terangan menggunakan aplikasi semisal WhatsApp, Line, dan Telegram.

Apa yang harus dilakukan apabila mendapatkan pesan penipuan semacam ini?

  1. Jangan pernah memberikan informasi data perbankan ke orang yang tidak dikenal, termasuk nomor rekening, atas nama pemilik rekening, dan nama bank. Kecuali, kepada partner, vendor, supplier, atau klien yang terverifikasi atau dikenal.
  2. Nah, kalau orang-orang dari kepemerintahan seperti anggota DPR, anggota DPRD, Walikota, dst. Tidak mungkin menginformasikan berita tertentu secara langsung, mereka punya tim tersendiri seperti ajudan, kesekretariatan, dst.
  3. Ajak video call untuk memastikan keaslian orang yang dimaksud, jika tidak berani atau banyak alasan. Maka tandanya itu penipuan, langsung lakukan report akun WA Bisnisnya, otomatis akan langsung diblokir.
  4. Jangan asal percaya pada bukti transfer, selalu cek kebenaran data melalui internet banking atau mobile banking. Segera cek mutasi rekening atau riwayat transaksi.
  5. Jika merasa dirugikan atas kasus ini, jangan sungkan untuk melaporkan ke pihak yang berwajib. Sertakan juga bukti percakapan dengan penipu tersebut, agar diproses secara hukum oleh kepolisian.

Semoga tips di atas bisa bermanfaat, jangan lupa bagikan tulisan di atas baik melalui Facebook, Twitter, LinkedIn, WhatsApp, Telegram, dan Line agar manteman yang ada di sana juga mengetahui teknik penipuan semacam ini.

5 1 vote
Bantu berikan rating untuk artikel Ini...