Selama ini apakah Anda sudah pernah sedekah menggunakan mata uang islam sesungguhnya, yaitu koin emas dinar atau koin perak dirham? Kali ini saya ingin mengajak para pembaca TheGold.Asia untuk sedekah tetapi tidak menggunakan mata uang rupiah ya.
Kita akan menggunakan koin perak dirham. Bertahap. Jika kali ini baru koin perak dirham. Semoga berikutnya Allah mampukan finansial Anda sehingga dapat sedekah dengan menggunakan koin emas dinar. Yuk kita mulai sedekah dengan koin perak dirham!
Sebentar sebelum kita mulai untuk bersedekah. Mahal ga si koin perak dirham itu? Sayakan masih mahasiswa atau pelajar klo mahal ya kita belum bisa. Eits, tenang dulu bro/sis. Koin perak dirham itu ga semahal pulsa internet bulanan kamu kok.
Harga dari koin perak dirham itu tidak sampai Rp. 80.000,- untuk harga koin dirham terkini pada Hari Jumat tanggal 14 Agustus 2015 pukul 06:18 WIB itu adalah Rp.62,258. Sekarang yang jadi pertanyaan. Ketika saya bersedekah kan koin dirham itu ada sertifikatnya. Apakah di masukan juga ke kotak amal?
Jadi sertifikat itu tujuannya adalah legalitas keaslian dari koin dirham yang kamu miliki. Karena sekarang juga banyak loh koin dirham palsu. Selain itu juga, klo kamu sedekah di kotak amal tanpa menggunakan sertifikat. Sebenarnya sah-sah saja. Namun ada kemungkinan pengurus masjid ada yang keliru. Mengira bahwa itu koin mata uang rupiah, atau koin yang tidak bernilai.
Wah klo seperti itu bisa gawat kan? Memang di kalangan masyarakat di Indonesia belum cukup populer, sedekah menggunakan dinar dan dirham di masjid-masjid.
Semoga dengan Anda membaca tulisan ini dan mebagikan artikel ini ke sosial media yang Anda miliki. Banyak orang semakin teredukasi tentang mata uang islam yang sesungguhnya, yaitu koin emas dinar dan koin emas dirham. Beberapa negara tetangga, ada juga yang nama mata uangnya itu adalah dinar dan dirham.
Tetapi kok bentuknya uang kertas. Apakah itu termasuk juga mata uang islam yang sesungguhnya? Bukan. Itu hanya namanya saja dinar dan dirham. Tetapi tidak mencerminkan mata uang islam yang sesungguhnya.
Mata uang islam yang sesungguhnya, nilai intristiknya bernilai, tidak cepat hancur atau rusak, dan lebih tahan terhadap inflasi ketimbang mata uang kertas. Ya, karena mata uang islam yang sesungguhnya itu terbuat dari emas dan perak, bukan yang lain.
Dahulu kala, koin perak dirham sendiri dipergunakan dalam kehidupan para kaum muslimin di jaman rasulullah maupun di jaman para pemuda ashabul kahfi untuk beli makanan. Lalu dirham biasa juga dipergunakan untuk membayar upah, dan seterusnya.
Artinya dengan rentang waktu saat ini, maka usia mata uang koin emas dinar dan koin perak dirham sudah berusia ribuan tahun. Bekisar antara 1400 tahun lebih, yang lalu. Akan tetapi tetap dapat dipergunakan hingga saat ini. MasyaAllah!
Selain itu keutamaan dari koin emas dinar, yaitu harganya yang relatif stabil hingga saat ini. Pun dengan satu dinar Anda bisa membeli seekor kambing yang baik. Hal itupun sudah baginda rasulullah sendiri sampaikan bukan?
Nah yuk dari kita sendiri sekarang, kita pergunakan koin perak dirham dalam hal sedekah di masjid-masjid. Saya sendiri sudah mencobanya. Sekarang giliran Anda. Siap?